Jumat, 14 April 2017

Media Pembelajaran Multimedia & Langkah-Langkah Pengembangannya



a.    Pengantar
Media pembelajaran interaktif berbasis Adobe Flash merupakan media yang disusun dengan bantuan teknologi komputer. Komputer menjadi popular sebagai media pengajaran karena memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki oleh media pengajaran lain sebelum adanya komputer. Pada dasarnya penggunaan komputer dalam menyampaikan bahan pengajaran memungkinkan untuk melibatkan siswa secara aktif serta dapat memperoleh umpan balik secara cepat dan akurat.
Model pengembangan yang akan dipakai adalah model pengembangan ADDIE. ADDIE merupakan singkatan dari Analisis, Design, Development, Implementation dan Evaluations. Model ini dapat digunakan untuk berbagai macam bentuk pengembangan produk seperti model, strategi pembelajaran, metode pembelajaran. media dan bahan ajar. (ending : 2013). Model ini di pilih karena dalam pengembangan ini, didasarkan pada alasan, yaitu (1) Model ini berupa model prosedural, yaitu model yang bersifat deskriptif, menunjukkan langkah-langkah yang jelas dan cermat untuk menghasilkan produk, (2) Tahap-tahap pengembangan dalam model ini sama dengan standar tahap penelitian pengembangan.
Secara etimologis multimedia berasal dari kata multi (Bahasa Latin, nouns) yang berarti banyak, bermacam-macam, dan medium(Bahasa Latin) yang berarti sesuatu yang dipakai untuk menyampaikan atau membawa sesuatu.Pramono (2006) berpendapat bahwa multimediamerupakan medium berbasis komputer yang menyediakan komunikasi bagi pengguna untuk menjawab pertanyaan, menentukan materi yang diinginkan, mengikuti instruksi yang ditampilkan, serta bentuk komunikasi lain yang akhirnyamenimbulkan interaksi.

b. Langkah-langkah Pengembangan
1. Analisis
Pada tahap ini terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses pengembangan yaitu : analisis kebutuhan, analisis karakteristik siswa, analisis tujuan, analisis materi.

2. Desain
Tahap desain pada pengembangan media pembelajaran ini ada beberapa tahap, yaitu: jadwal, spesifikasi materi, struktur media, angket, pembuatan flowchart.

3. Development
Pada bagian ini desain tadi dikembangkan dengan menyesuaikan pada hal yang ingin dicapai yaitu pengembangan media pembelajaran dengan software adobe flash CS5 ini dikhususkan untuk siswa kelas X pada pelajaran kimia materi ikatan kimia. Tahapan awalnya yaitu dengan membuat produk awal, kemudian produk tersebut divalidasi oleh tim ahli yaitu: ahli materi dan ahli media. Produk yang telah divalidasi kemudian direvisi sesuai dengan saran dari ahli media. Setelah itu baru didapatkan produk jadi yang siap diuji cobakan kepada siswa.

4. Tahap Implementasi
Pada tahap ini semua yang telah dikembangkan diinstal atau diset sedemikian rupa sesuai dengan peran atau fungsinya agar bisa diimplementasikan. Tahap implementasi yaitu uji coba produk untuk mengumpulkan data tentang kualitas produk untuk mencapai tujuan pembelajaran kimia yang efektif. Data tersebut digunakn untuk memperbaiki dan menyempurnakan produk penelitian ini. Dengan uji coba ini, kualitas program pembelajaran yang dikembangkan benar-benar telah teruji secara empiris tidak hanya teoritis saja. Uji coba dilakukan pada siswa dalam kelompok kecil yang berjumlah 10 orang siswa.

5. Tahap evaluasi
Setelah produk jadi, maka produk tersebut divalidasi oleh tim ahli dan ahli praktisi guna mendapatkan saran dan perbaikan terhadap produk. Kemudian produk direvisi sesuai saran dan masukan dari tim ahli sampai produk dinyatakan baik dan layak untuk diuji cobakan. Adapun yang diharapkan pada tim ahli yaitu perbaikan mengenai materi dan media yang digunakan dalam multimedia pembelajaran ini. Dan juga telah menggunakan bahasa yang baik dan benar serta komunikatif sesuai dengan taraf perkembangan peserta didik. Evaluasi dilakukan dengan penyebaran angket terbuka kepada siswa.

Sumber : 
Yuliana. 2014. PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN SOFTWARE ADOBE FLASH CS5 PADA MATERI IKATAN KIMIA UNTUK SISWA KELAS X SMA. Jambi : Universitas Jambi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar